Teknik auditori dan imej visual untuk mengurangi rasa sakit saat persalinan

Teknik auditori dan imej visual berguna untuk mengurangi rasa sakit saat persalinan

Teknik auditori dan imej visual merupakan cara mengelola rasa sakit selama persalinan. Untuk itu, terlebih dahulu ibu harus memahami hal yang sedang terjadi di dalam tubuh. Misalnya apa yang terjadi pada persalinan fase persiapan, persalinan fase transisi, dan seterusnya. Pada saat ibu merasakan sakit, ibu berusaha membayangakan sesuatu. Misalnya membayangkan pembukaan leher rahim, atau kepala bayi mendorong lebih dalam ke panggul.

Pijat aromaterapi dan Visualisasi dalam persalinan

Metode Pijat aromaterapi dan Visualisasi dapat menghilangkan rasa sakit saat melahirkan. berikut penjelasannya.

A. Pijat aromaterapi dalam persalinan

Pemijatan yang lembut membantu ibu merasa lebih segar, rileks dan nyaman selama persalinan.Hal ini terjadi karena pijat merangsang tubuh melepaskan senyawa endorphin yang merupakan pereda sakit secara alami. Endorphin juga dapat menciptakan perasaan nyaman dan enak.

B Visualisasi persalinan

Setiap ibu bisa melakukan visualisasi atau membayangkan saja dalam pikiran. Kegiatan ini melibatkan otak kanan dan tidak mengganggu proses persalinan. Dengan visualisasi ibu bisa menjadi lebih tenang dan menghilangkan trauma atau naluri ekstra bawah sadar.

Cara Menghilangkan Sakit saat Persalinan dengan metode Homeopathy

Homeopathy adalah metode penyembuhan menggunakan bahan alami yang dikemas dalam bentuk obat farmasi. Prinsip kerjanya adalah bekerja sama dengan sistem imun atau kekebalan tubuh. Obat homeopathy dapat meningkatkan resistensi tubuh terhadap infeksi, mempercepat waktu penyembuhan dan mencegah timbulnya komplikasi. Secara keseluruhan, homeopathy berfungsi mengembalikan keseimbangan tubuh.

Hypnobirthing Cara Menghilangkan Sakit saat Persalinan

Hypnobirthing adalah relaksasi dengan menambah sugesti melalui usapan. Tangan ibu menjadi sarana untuk mengusap daerah bawah payudara hingga perut. Cara ini sebenarnya sudah dilakukan ibu secara alami, yaitu pada saat bayi meronta dalam kandungan. Ketika itu, ibu akan mengusap perut sambil membisikkan kata-kata lembut yang menenangkan. Namun dalam hypnobirthing, teknik ini dilakukan lebih intensif dan tearah.

Dalam hypnobirthing dikenal istilah program positif, yaitu memasukkan pikiran-pikiran positif ke diri ibu dengan membayangkan serta mengucapkan hal positif dan menyenangkan. Program positif dilakukan ketika tubuh dan pikiran ibu rileks melalui empat gerakan relaksasi. Berikut ini keempat gerakan relaksasi hypnobirthing.

Gerakan kepala dan tangan

Miringkan kepala di atas bahu kanan, kemudian putar melalui belakang sampai di atas bahu kiri. Putar kembali melalui depan hingga di atas bahu kanan. Ulangi delapan kali hitungan.

Gerakan tangan, letakkan tangan di atas bahu. Putar ke belakang delapan kali. Selanjutnya ganti arah putaran tangan ke depan delapan kali dengan tangan tetap di atas bahu.

Relaksasi otot

Ibu berbaring santai, lengan samping kanan dan kiri, telapan kanan menghadap ke atas. Tegangkan telapan kaki hingga merambat ke betis, paha, pinggul dan dada. Tarik pundak ke atas dan kedua telapak tangan dikepal kuat-kuat. Kerutkan dahi, kemudian tarik lidah ke arah langit-langit.

Relaksasi pernapasan

Dalam keadaan berbaring, napas akan terdorong ke arah perut. Tarik napas panjang melalui hidung sampai hitungan sepuluh. Kemudian hembuskan napas perlahan-lahan melalui mulut. Lakukan sepuluh kali.

Relaksasi pikiran

Langkah ini diwakili indera mata. Pejamkan mata sejenak, kemudian buka mata perlahan-lahan sambil memandang satu titik tepat di atas mata, makin lama kelopak mata makin rileks, berkedip, dan hitungan kelima mata akan tertutup.

Pada saat ketiga unsur jiwa (perasaan, kemauan, dan pikiran) dan raga istirahat, masukkan program positif yang akan terekam dalam alam bawah sadar. Contoh program positif, “Aku dan janin di dalam kandungan akan tumbuh sehat. Saat persalinan, kami akan menghadapi segalanya dengan tenang”.

Umumnya program hypnobirthing berlangsung empat kali pertemuan. Pada pertemuan terakhir, ibu dapat melihat jenis kelamin bayi. Caranya dengan pendulum yang dapat berayun sendiri saat relaksasi mencapai puncaknya. Jika bandul bergoyang ke atas dan ke bawah kemungkinan bayi berjenis kelamin laki-laki. Jika bandul bergoyang ke kiri dan ke kanan, kemungkinan bayi berjenis kelamin perempuan.

PERILAKU MAKAN SEHAT DAPAT MENCEGAH PENYAKIT HEPATITIS

Gambaran epidemiologi Hepatitis A berdasarkan penyelidikan epidemiologi yang dilakukan di Propinsi DIY adalah 89. % diderita oleh kelompok usia produktif (16 - 45 tahun), dan dijumpai sebagian besar adalah mahasiswa (45%), bertempat tinggal di wilayah Kecamatan Depok Kabupaten Sleman dengan faktor risiko kebiasaan makan di luar rumah sebesar 50% (Anonim, 2008).

Pada akhir bulan Juni 2008, Dinas Kesehatan Provinsi mendapatkan laporan pertama tentang adanya peningkatan kasus hepatitis A dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Sampai dengan tanggal 19  Agustus 2008 telah tercatat sebanyak 683 kasus hepatitis A confirmed (dengan pemeriksaan laboratorium) yang dirawat oleh rumah sakit/puskesmas  . Jumlah tersebut menyebar di semua kabupaten/kota di DIY dengan persentase kasus terbesar bertempat tinggal di wilayah kabupaten Sleman (65.5%) dan Kota (26%). Sampai dengan tanggal 19 Agustus 2008 tidak didapatkan laporan kematian akibat Hepatitis A.

Penyakit Hepatitis A yang mewabah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ternyata mulai menjalar ke wilayah kampus. Tercatat sekira 129 warga Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi korban penyakit ini yang meliputi tujuh orang tenaga kependidikan dan 122 mahasiswa UGM, dengan 97 orang yang telah menjalani rawat inap dan 32 lainnya rawat jalan di Gadjah Mada Centre (GMC). Sebanyak 45 persen penderita adalah mahasiswa dengan faktor risiko kebiasaan makan di luar rumah (Anonim, 2008).

Pada kebanyakan kasus, masalah yang langsung dihadapi petugas kesehatan adalah bagaimana menangani yang sakit. Ketergantungan terhadap pengobatan, meskipun berhasil , memiliki keterbatasan sendiri. Pengobatan seseorang yang terkena infeksi tidak akan menghilangkan penyebab penyakit dari lingkungan atau menghapuskan kebiasaan-kebiasaan yang menyebabkan foodborne illness.Oleh karena itu, hal ini tidak mencegah orang lain untuk menderita sakit dengan cara yang sama. Selain itu, infeksi juga tidak memberikan perlindungan yang dipelukan dan menurunkan resiko kematian pasien akibat mengalami infeksi lebih lanjut segera setelah pemulihan (Adams dkk, 2003).Dengan demikian, untuk menurunkan prevalensi suatu infeksi lebih ditekankan pada upaya preventif unutuk menurunkan keseluruhan insiden penyakit.

B. HEPATITIS

Istilah "Hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut (hepatitis A) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati (hepatitis B dan C).

Menurut Guyton (1997) hati merupakan organ yang mempunyai fungsi dasar sebagai berikut:

1. Fungsi vaskular untuk menyimpan dan menyaring darah

2. Fungsi metabolisme yang berhubungan dengan sebagian sistem metabolisme tubuh

3. Fungsi sekresi dan ekresi yang berkaitan berperan dalam pembentukan empedu

Infeksi dengan virus yang berbeda menurut situs (www.infoinfeksi.com memberikan tiap jenis hepatitis perbedaan ciri-ciri antara lain ;

1. Hepatitis A

Infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik. Masa inkubasi 30 hari. Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi. Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular.

 
Mas Mintos News © 2010 | Designed by Chica Blogger & editted by Blog Berita | Back to top